Senin, 23 Agustus 2021

PEMBINA ALA ANDA

Bu, Jika Anda adalah pembina dan kami adalah binaan. Lebih tepatnya, saya adalah binaan Anda. Maka binalah saya tanpa harus emosi. Binalah saya dengan berhusnudzon. Saya adalah orang baru di bidang saya. Saya butuh bimbingan bukan amarah. Saya butuh support bukan ungkitan kesalahan yang lalu. Saya baru menjabat  secara PJS 3 bulan. Dan resmi selama 6 bulan. Kalimat yang Anda ucapkan seperti saya sudah menjabat bertahun-tahun. Mana peran Anda sebagai pembina? 

Sebagai pembina, Anda sendiri yang menyebut dalam rapat kemarin, sabtu 21 Agustus 2021. Sadar atau tidak, itulah kata yang menancap di otak saya. Karena itu pula mungkin yang menjadi alasan, Anda tidak mau masuk ke ruangan kantor. Iya, sebagai pembina akan datang jika diundang dan diperlukan. Perlu diingat, secara struktural Anda adalah bawahan saya. Dan Anda dibayar karena kerja Anda. Bukan sebagai penasehat. Kerja! sudah tentu harus masuk kantor, meski sekedar bersapa dengan teman sejawat. Sekali lagi, Anda dibayar karena kerja Anda. Jika bekerja tidak sesuai dengan aturan yang ada, silahkan bebas bersikap. Tapi Demi Alloh ... saya tidak Ridho dengan sikap Anda. Sekali lagi sebagai pimpinan, saya tidak Ridho!

Iya, tempat bekerja Anda. Tempat Anda mendapatkan rizqi adalah milik Mertua Anda. Tapi bukan berarti ANda bersikap semaunya sendiri. Its oke, dimata Anda saya adalah orang yang banyak berhutang budi kepada Anda. Semua jabatan dan rizki yang berlimpah terdapat peran Anda. Iya, ada tanda tangan yang memang menunjang semuanya. Tapi saya pun mendapatkan tanda tangan Anda  dengan keringat yang deras. Air mata yang jarang Anda pedulikan. Sering hati tercabik karena kalimat Anda yang pedas. 

Sekarang, saya adalah pimpinan Anda. Maka jika saya diam bukan berarti saya ridho. Semuanya ada balasan. Saya tak berhak membalas sikap Anda. Hanya Alloh SWT yang akan menangani Anda. Oke ... Terima kasih!

Halo para reader! Rangkaian kalimat diatas merupakan curhatan seorang pemimpin baru. Pemimpin baru hasil dari perpecahan senior yang notabene para pembesar agamis dan berdarah biru. Ini merupakan luapan emosi yang tak mampu tertuang di dunia nyata. Karena sadar betul, si curhater adalah seorang plegmatis. CINTA DAMAI.

Rabu, 11 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021

Menjadi seorang pemimpin tak gampang. Mengendalikan patner bukanlah tugas seorang pemimpin. Pemimpin hanyalah menyatukan suara, pendapat sehingga menjadi tim yang solid. Jika ada patner yang suara tak satu. Sometime mereka bersuara A, lain waktu mereka bersuara B tentu sangat menyiksa batin pemimpin. Dan pastinya apa yang telah tersampai belum menyatu dan terpatri dalam diri mereka, sang patner. Maka berpasrahlah dan serahkan patner Anda kepada Alloh SWT. Sabar dan teruslah perbanyak sholat. Sampaikan kepada Alloh SWT apa yang menjadi gundah gulana di anatara hubunganmu dengan mereka. Alloh Maha Melihat. Maha Mengetahui. Tetaplah semangat ... Kembalikan pada tujuan awal bahwa engkau berjuang untuk anak-anak, generasi penerus islam, generasi penerus bangsa.

Beban Administrasi, Ketika Guru di Sekolah Swasta Jadi Serba Bisa

  Ada satu istilah klasik yang sering banget kita dengar, Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa . Manis di telinga, tapi getir di hati. Apal...